WIR@, JAKARTA - Gedung Majelis Permusyarahan Rakyat (MPR) / Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi saksi pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Republik Indonesia periode 2014-2019, Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Senin (20/10/14) pagi.
Pengamanan ketat diterapkan di komplek gedung yang berada di kawasan Senayan tersebut.
Berbagai model kendaraan dan personel taktis yang dimiliki Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan kepolisian disiagakan untuk mengamankan jalannya sidang paripurna MPR dan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden baru.
Sidang Paripurna Pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla dimulai pada pukul 10.00 WIB tepat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono ikut menghadiri acara pelantikan itu.
Kekhawatiran pelantikan Jokowi bakal dijegal kubu Prabowo tak terbukti. Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya itu memenuhi janjinya menghadiri pelantikan Jokowi-JK. Prabowo tiba di gedung Nusantara MPR/DPR pada pukul 09.00 WIB, mengenakan setelan jas warna abu-abu dengan dasi warna merah.
Tepuk tangan bergemuruh saat Prabowo Subianto memasuki gedung Nusantara DPR/MPR. Kehadiran mantan Komandan Jenderal Kopassus in memang dinantikan. Maklum suasana persaingan antara kubu Prabowo dan Jokowi sempat memanas menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Namun ketegangan mencair setelah Jokowi menemui Prabowo di rumah Soemitro Djoyohadikusumo di jalan Kertanegara nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Sebelum pelatikan, saat pembacaan pembukaan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan, pemerintahan SBY dan Boediono dipuji serta dinilai berhasil membawa Indonesia lebih baik. Zulkifli menilai dari segi ekonomi sudah cukup baik.
"Berhasil masuk ke G-20, masuk ke ekonomi global, kita bisa berdiri sejajar," ujar Zulkifli.
Sementara itu mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpesan agar Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla menjalankan tugas dengan amanah.
"Harapan saya Presiden bisa lebih baik, dan sukses," kata SBY singkat.(tim)
Pengamanan ketat diterapkan di komplek gedung yang berada di kawasan Senayan tersebut.
Berbagai model kendaraan dan personel taktis yang dimiliki Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan kepolisian disiagakan untuk mengamankan jalannya sidang paripurna MPR dan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden baru.
Sidang Paripurna Pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla dimulai pada pukul 10.00 WIB tepat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono ikut menghadiri acara pelantikan itu.
Kekhawatiran pelantikan Jokowi bakal dijegal kubu Prabowo tak terbukti. Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya itu memenuhi janjinya menghadiri pelantikan Jokowi-JK. Prabowo tiba di gedung Nusantara MPR/DPR pada pukul 09.00 WIB, mengenakan setelan jas warna abu-abu dengan dasi warna merah.
Tepuk tangan bergemuruh saat Prabowo Subianto memasuki gedung Nusantara DPR/MPR. Kehadiran mantan Komandan Jenderal Kopassus in memang dinantikan. Maklum suasana persaingan antara kubu Prabowo dan Jokowi sempat memanas menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Namun ketegangan mencair setelah Jokowi menemui Prabowo di rumah Soemitro Djoyohadikusumo di jalan Kertanegara nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Sebelum pelatikan, saat pembacaan pembukaan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan, pemerintahan SBY dan Boediono dipuji serta dinilai berhasil membawa Indonesia lebih baik. Zulkifli menilai dari segi ekonomi sudah cukup baik.
"Berhasil masuk ke G-20, masuk ke ekonomi global, kita bisa berdiri sejajar," ujar Zulkifli.
Sementara itu mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpesan agar Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla menjalankan tugas dengan amanah.
"Harapan saya Presiden bisa lebih baik, dan sukses," kata SBY singkat.(tim)

Tidak ada komentar: