WIR@, JAKARTA - Mabes TNI melakukan mutasi terhadap empat Perwira Tinggi (Pati) TNI. Salah satunya adalah Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Andika Perkasa menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
"Ini merupakan bagian dari optimalisasi tugas-tugas TNI yang sangat dinamis dan semakin berat kedepan," ujar Kepala Dinas Penerangan Umum (Kadispenum) Pusat Penerangan (Puspen) TNI Kolonel Inf Bernadus Robert, Rabu (15/10/2014).
Menurutnya, mutasi jabatan itu berdasarkan keputusan Panglima TNI No.Kep/760/X/2014 tanggal 14 Oktober 2014, tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.
Selain Andika Perkasa, sejumlah Pati yang dimutasi diantaranya Laksamana Muda (Laksda) TNI AL Suyitno dari Koorsahli Ksal menjadi Staf Khusus Ksal, Laksda TNI A. Taufiqoerrochman dari Gubernur AAL menjadi Koorsahli Ksal dan Brigjen TNI (Mar) Guntur Irianto Ciptolelono dari Wadan Paspampres menjadi Gubernur AAL.
Beredar kabar, penunjukan Andika yang merupakan menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono, ternyata atas permintaan presiden terpilih, Joko Widodo.
"Ya memang kami kan konsultasi kepada Pak Jokowi soal Komandan Paspampres. Nah, beliau langsung menunjuk nama Pak Andika," kata Panglima Jenderal TNI Moeldoko di Istana Negara, Rabu (15/10/2014).
Panglima mengatakan, serah terima jabatan akan dilakukan pada 23 Oktober mendatang. Posisi Danpaspampres sebelumnya diisi oleh Mayjen Doni Munardo yang dipromosikan sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Andika Perkasa adalah lulusan Akmil 1987. Sejak lulus dari Akmil, Andika lebih banyak ditugaskan di jajaran Kopassus. Dia juga pernah bertugas di Kodiklat TNI AD dan Sekretaris Pribadi Kasum TNI.
Mantan lulusan Universitas Harvard itu pernah bertugas sebagai Komandan Rindam Jaya hingga Danrem 023/Kawal Samudera, Sibolga, Sumatera Utara. Karier Andika melejit hingga akhirnya menjadi Kadispen TNI AD. (tim)
"Ini merupakan bagian dari optimalisasi tugas-tugas TNI yang sangat dinamis dan semakin berat kedepan," ujar Kepala Dinas Penerangan Umum (Kadispenum) Pusat Penerangan (Puspen) TNI Kolonel Inf Bernadus Robert, Rabu (15/10/2014).
Menurutnya, mutasi jabatan itu berdasarkan keputusan Panglima TNI No.Kep/760/X/2014 tanggal 14 Oktober 2014, tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.
Selain Andika Perkasa, sejumlah Pati yang dimutasi diantaranya Laksamana Muda (Laksda) TNI AL Suyitno dari Koorsahli Ksal menjadi Staf Khusus Ksal, Laksda TNI A. Taufiqoerrochman dari Gubernur AAL menjadi Koorsahli Ksal dan Brigjen TNI (Mar) Guntur Irianto Ciptolelono dari Wadan Paspampres menjadi Gubernur AAL.
Beredar kabar, penunjukan Andika yang merupakan menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono, ternyata atas permintaan presiden terpilih, Joko Widodo.
"Ya memang kami kan konsultasi kepada Pak Jokowi soal Komandan Paspampres. Nah, beliau langsung menunjuk nama Pak Andika," kata Panglima Jenderal TNI Moeldoko di Istana Negara, Rabu (15/10/2014).
Panglima mengatakan, serah terima jabatan akan dilakukan pada 23 Oktober mendatang. Posisi Danpaspampres sebelumnya diisi oleh Mayjen Doni Munardo yang dipromosikan sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Andika Perkasa adalah lulusan Akmil 1987. Sejak lulus dari Akmil, Andika lebih banyak ditugaskan di jajaran Kopassus. Dia juga pernah bertugas di Kodiklat TNI AD dan Sekretaris Pribadi Kasum TNI.
Mantan lulusan Universitas Harvard itu pernah bertugas sebagai Komandan Rindam Jaya hingga Danrem 023/Kawal Samudera, Sibolga, Sumatera Utara. Karier Andika melejit hingga akhirnya menjadi Kadispen TNI AD. (tim)

Tidak ada komentar: