WIR@-YOKYAKARTA" Dalam sesi tanya jawab di acara pembekalan kepada Calon Perwira Remaja (Capaja) Akademi TNI tahun 2014 yang dipimpin Panglima TNI Jendral Moeldoko, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ditanya mengenai resepnya selama 10 (sepuluh) tahun memimpin negeri ini dengan berbagai cercaan, hinaan dan cacian, yang mungkin perlu dilakukan oleh Presiden RI yang akan terpilih dalam Pemilu Presiden (Pilpres) mendatang.
Menurut SBY, siapapun presiden yang akan terpilih nanti, harus kuat, tegar dan sabar. “Sabar saja belum cukup, tetapi terus berikhtiar. Sabar, tegar, dan kuat, supaya tidak mudah jatuh di tengah jalan,” kata Presiden SBY dalam acara yang diselenggarakan di Bumi Maguwo Gedung Sabang Merauke, Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta, Selasa (24/6) malam.
Dalam kesempatan itu, Presiden SBY mendoakan siapapun yang akan terpilih dalam Pilpres mendatang, apakah Prabowo Subianto ataukah Joko Widodo (Jokowi), yang akan memimpin 250 juta penduduk Indonesia, akan sukses mengemban tugas.
SBY mengingatkan, Indonesia adalah negara yang besar, negara yang sedang menjalankan transformasi, dan sudah masuk radar dunia. Karena itu, siapapun yang akan menggantikan dirinnya sebagai presiden 4 (empat) bulan mendatang , harus terus berihtiar untuk melaksanakan program-programnya.
Ia menyebutkan, di tengah masyarakat yang kritis, yang terbuka, dan memiliki kebebasan berbicara, termasuk kebebasan pers, siapapun presiden terpilih harus siap mental. “Freedom is a becoming the rules of the day. Itu tidak mungkin dihindari. Inilah nilai dan norma demokrasi, yang penting pemimpin mengemban tugas sesuai ketentuan konstitusi ,” tutur SBY.
Menurut SBY, menghadapi gempuran, goncangan, hujatan, dan serangan apapun, presiden mendatang tidak perlu gentar. “Move on, the show must go on. Dengan keyakinan, tetapi dengan kerja keras, insya Allah semua akan bisa dicapai meskipun dalam kegaduhan politik di negeri ini,” ujarnya.
Saat memberikan pembekalan kepada Capaja TNI Angkatan 2014 itu, Presiden SBY antara lain didampingi oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Seskab Dipo Alam, Panglima TNI Jendral Moeldoko, para Kepala Staf TNI, dan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. (*)
Index Berita
Features
Opini
Tekno
Lingkungan
Topik Berita
Nasional
Hukum
Daerah
Politik
Ekbis
Capres
Pilpres
Kesehatan
Korupsi
Pendidikan
Tekno
Feature
Etalase
Galeri
Kriminal
Pemilu
Video
Hiburan
Internasional
Opini
Selebrita
Sosok
Teroris
Wisata
Caleg
Internet
KPK
Kolom
Lingkungan
Otomotif
Pilgub
Bali
Banten
Budaya
Jatim
Kesra
Lampung
Media
Samsung
Susno Duadji
TV
Ujian Nasional
Aceh
Ayu Azhari
Bandung
Bandung Raya
Bansos
Batam
Bill Clinton
Bogor
Buruh
Century
Dada Rosada
Densus 88
Djoko Susilo
E-ktp
Edi Siswadi
Facebook
Garuda
Gaya Hidup
Gerhana
Gmail
Golkar
Habibie
Hambalang
Harry Tanoesudibyo
Hepatitis
Honda
Iklan
Imunisasi
Jaksa
Jateng
Jawa Timur
Jeffry Al Buchory
KASAD
KPI
Kabupaten Bandung
Kejaksaan
Kudus
Letjen Moeldoko
Limau Gadang
Mazda
Mentawai
Militer
Mudik
Narkoba
OKU
Pekanbaru
Penganiayaan
Penyiaran
Pilwalkot
Polri
Ponorogo
Prabowo
Puskesmas
SIM
Serang
Sumsel
Sutarman
Suzuki
TNI
Tokoh
Twitter
UN
Udang
Way Kambas
Yahoo
