JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam sepekan terakhir melancarkan aksi ngambek. Kepala Negara mogok memberikan pernyataan pers dan menolak liputan media pada sejumlah kegiatan di Istana Negara.
Aksi itu dilancarkan Kepala Negara karena merasa omongannya selalu dipelintir dua media massa nasional.
Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi angkat bicara. Dia menuding pemberitaan media yang tidak berimbang dan cenderung membenturkan dengan pihak lain menjadi penyebab utama aksi mogok bicara Presiden kepada pers.
Sudi menyebutkan ada dua media nasional yang dinilai sangat tendensius dan kerap memelintir ucapan Kepala Negara.
"Ada dua media yang selalu memelintir apa pun pernyataan Presiden," kata Sudi usai sidang paripurna Kabinet Indonesia Bersatu II di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11).
Sudi menilai bahwa pemberitaan kedua media itu sudah keterlaluan karena sering "menggoreng" pernyataan Presiden SBY selama berhari-hari.
"Sampai berhari-hari tidak habis-habisnya. Itulah kira-kira alasan Presiden sementara ini tidak begitu banyak memberikan rilis atau pernyataan," kata Sudi dengan nada emosi.
Namun, Sudi enggan "buka mulut" ketika didesak untuk menyebutkan dua media yang dimaksud.
Sebaliknya, dia hanya berujar bahwa wartawan "kura-kura dalam perahu" (pura-pura tidak tahu). Wartawan, lanjutnya, tidak perlu bertanya karena sudah mengetahui media yang disebutnya sebagai tukang pelintir itu.
"Saya yakin rekan-rekan wartawan tahu. Sebab, begitu Presiden menyampaikan sesuatu hal, langsung di oles-oles oleh tim media itu. Dan, entah apa yang disampaikan dentan pelintiran-pelintirannya itu. Bahkan membentur-membenturkan Presiden dengan pihak lain dan sebagianya," katanya.
Seperti diketahui, sejak Senin (11/11) wartawan dilarang meliput kegiatan Presiden. Sejumlah acara yang awalnya terbuka untuk pers, seperti silaturahmi Presiden dengan peserta konferensi AFEO 2013, silaturahmi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan kuliah umum, dinyatakan tertutup. Wartawan yang sudah berada di lokasi acara -- Istana Negara dikeluarkan tanpa alasan yang jelas. (r21)
Index Berita
Features
Opini
Tekno
Lingkungan
Topik Berita
Nasional
Hukum
Daerah
Politik
Ekbis
Capres
Pilpres
Kesehatan
Korupsi
Pendidikan
Tekno
Feature
Etalase
Galeri
Kriminal
Pemilu
Video
Hiburan
Internasional
Opini
Selebrita
Sosok
Teroris
Wisata
Caleg
Internet
KPK
Kolom
Lingkungan
Otomotif
Pilgub
Bali
Banten
Budaya
Jatim
Kesra
Lampung
Media
Samsung
Susno Duadji
TV
Ujian Nasional
Aceh
Ayu Azhari
Bandung
Bandung Raya
Bansos
Batam
Bill Clinton
Bogor
Buruh
Century
Dada Rosada
Densus 88
Djoko Susilo
E-ktp
Edi Siswadi
Facebook
Garuda
Gaya Hidup
Gerhana
Gmail
Golkar
Habibie
Hambalang
Harry Tanoesudibyo
Hepatitis
Honda
Iklan
Imunisasi
Jaksa
Jateng
Jawa Timur
Jeffry Al Buchory
KASAD
KPI
Kabupaten Bandung
Kejaksaan
Kudus
Letjen Moeldoko
Limau Gadang
Mazda
Mentawai
Militer
Mudik
Narkoba
OKU
Pekanbaru
Penganiayaan
Penyiaran
Pilwalkot
Polri
Ponorogo
Prabowo
Puskesmas
SIM
Serang
Sumsel
Sutarman
Suzuki
TNI
Tokoh
Twitter
UN
Udang
Way Kambas
Yahoo
