JAKARTA - Yayasan Retno Dumilah dan Sekar Budaya Nusantara (SBN) Bekerjasama dengan Himpunan Seni Budaya Bangsa Indonesia (HISBI) dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sukses melahirkan sejumlah bakat anyar dalam dunia musik keroncong. Dalam "Lomba Tembang dan Cipta Karya Lagu Keroncong Tingkat Nasional 2013", baru-baru ini di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, sejumlah nama anyar mencuat ke permukaan.
Dewan Juri berhasil memilih 6 peserta tembang dan 10 peserta Cipta Karya Lagu Keroncong yang berhak mengikuti babak final. Untuk Peserta Lomba Tembang Keroncong, nama Rizky Nur Fazri (Jakarta), Reni Wulansari (Blora), Sheila Ayu Mustikarani (Klaten), Dian Mita Kurniasari (Wonogiri), Yulio Ardy Saputro (Salatiga) dan Arfetya Wulan Romadhona (Salatiga) ditetapkan menjadi yang terbaik.
Untuk kategori Lomba Cipa Karya Lagu Keroncong, nama Aula Qirya Rais (Sleman, Lagu Kr Tanah Papua), Arianta Rusmana S (Mataram, NTB, Kr Putri Mandalika), Andi Ardi Kusuma & Panji Kusuma (Kab Pati, Kr Mutiara Jiwa), Antonius Bimo Wijanarko (Sukoharjo, Kr Bung Karno Pahlawanku Yang Sejati), Budi Santoso (Depok, Kr Pulau Dewata). Kemudian Darwati S.Pd (Yogyakarta, Kr Cincin Abadi), Haryadi Pranoto (Jagakarsa, Kidung Putra Pertiwi), Robertus Grassianus Bagus (Bandung, Kr Rintihan Alam), Drs Sutikno (Wonogiri, Kr Cemara di Mentari), dan Yulio Ardy Saputro (Salatiga, Kr Gunung Merbabu) ditetapkan menjadi yang terbaik.
Hajatan perdana yang bertujuan untuk menghadirkan Penyanyi Muda Tembang Keroncong, serta menghasilkan Karya Lagu Keroncong Baru ini sengaja dikemas dengan nuansa pop namun tanpa menghilangkan pakem utama dari music keroncong, yang terdiri dari 28 bar dengan teknik bernyanyi gregel, cengkok, luk dan embat.
Yang menggembirakan, sebagaimana catatan panitia, walau baru dihelat perdana, ditengah penilaian musik genre tradisi yang sangat segmented penikmatnya, "Lomba Tembang dan Cipta Karya Lagu Keroncong Tingkat Nasional 2013" mendapat apresiasi yang sangat baik. BUktinya, hingga 15 Oktober 2013, panitia berhasil menjaring sebanyak 24 peserta tembang serta 67 karya cipta lagu keroncong.
Juri seleksi yang terdiri dari Koko Thole, Tuti Maryati, Togi Baliman Aritonang dan Aldi Karimata (ditambah dengan Bens Leo untuk penjurian tahap Final), mengaku banyak menemukan bapat berpontensi dalam memperkaya kembali dunia keroncong di Indonesia.
Juju Masunah, MHum, PhD, Direktur Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia juga berkeyakinan, ajang ini dapat mendorong dan mengembangkan potensi wisata lokal untuk dapat bersaing ditingkat global. "Mengingat musik keroncong identik dengan Indonesia," katanya.(r21)
Dewan Juri berhasil memilih 6 peserta tembang dan 10 peserta Cipta Karya Lagu Keroncong yang berhak mengikuti babak final. Untuk Peserta Lomba Tembang Keroncong, nama Rizky Nur Fazri (Jakarta), Reni Wulansari (Blora), Sheila Ayu Mustikarani (Klaten), Dian Mita Kurniasari (Wonogiri), Yulio Ardy Saputro (Salatiga) dan Arfetya Wulan Romadhona (Salatiga) ditetapkan menjadi yang terbaik.
Untuk kategori Lomba Cipa Karya Lagu Keroncong, nama Aula Qirya Rais (Sleman, Lagu Kr Tanah Papua), Arianta Rusmana S (Mataram, NTB, Kr Putri Mandalika), Andi Ardi Kusuma & Panji Kusuma (Kab Pati, Kr Mutiara Jiwa), Antonius Bimo Wijanarko (Sukoharjo, Kr Bung Karno Pahlawanku Yang Sejati), Budi Santoso (Depok, Kr Pulau Dewata). Kemudian Darwati S.Pd (Yogyakarta, Kr Cincin Abadi), Haryadi Pranoto (Jagakarsa, Kidung Putra Pertiwi), Robertus Grassianus Bagus (Bandung, Kr Rintihan Alam), Drs Sutikno (Wonogiri, Kr Cemara di Mentari), dan Yulio Ardy Saputro (Salatiga, Kr Gunung Merbabu) ditetapkan menjadi yang terbaik.
Hajatan perdana yang bertujuan untuk menghadirkan Penyanyi Muda Tembang Keroncong, serta menghasilkan Karya Lagu Keroncong Baru ini sengaja dikemas dengan nuansa pop namun tanpa menghilangkan pakem utama dari music keroncong, yang terdiri dari 28 bar dengan teknik bernyanyi gregel, cengkok, luk dan embat.
Yang menggembirakan, sebagaimana catatan panitia, walau baru dihelat perdana, ditengah penilaian musik genre tradisi yang sangat segmented penikmatnya, "Lomba Tembang dan Cipta Karya Lagu Keroncong Tingkat Nasional 2013" mendapat apresiasi yang sangat baik. BUktinya, hingga 15 Oktober 2013, panitia berhasil menjaring sebanyak 24 peserta tembang serta 67 karya cipta lagu keroncong.
Juri seleksi yang terdiri dari Koko Thole, Tuti Maryati, Togi Baliman Aritonang dan Aldi Karimata (ditambah dengan Bens Leo untuk penjurian tahap Final), mengaku banyak menemukan bapat berpontensi dalam memperkaya kembali dunia keroncong di Indonesia.
Juju Masunah, MHum, PhD, Direktur Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia juga berkeyakinan, ajang ini dapat mendorong dan mengembangkan potensi wisata lokal untuk dapat bersaing ditingkat global. "Mengingat musik keroncong identik dengan Indonesia," katanya.(r21)
