BANDUNG - Polisi akan menyerahkan kasus penembakan yang menewaskan Hendi Winardi alias Ele (38) serta melukai dua orang lainnya, Ade Kartika (30) dan Mumung Supriatna (40), ke POM AU, Rabu (9/10). Namun penyelidikan belum dapat dikatakan selesai karena pelaku belum tertangkap.
Kepolisian masih berkoordinasi dengan TNI untuk menangkap pelaku penembakan yang diduga oknum anggota TNI AU, Koptu RBW. Kedua korban, Ade dan Mumung, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Immanuel, Bandung.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Trunoyudho Wisnu Andhiko mengatakan, polisi sejak awal sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil olah TKP itu mengerucut pada pelaku penembakan yang diduga sebagai oknum anggota TNI.
"Sejauh ini, penyelidikan sudah kami lakukan. Besok (hari ini, Red) berkasnya akan kami limpahkan," kata Kasat Reskrim.
Polisi sudah memeriksa enam orang saksi, termasuk saksi korban. Berdasarkan keterangan- keterangan saksi, kuat dugaan pelaku penembakan adalah oknum TNI yang sehari sebelumnya disampaikan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno dalam jumpa pers. Pelaku diketahui berinisial RBW dan berdinas di kesatuan TNI AU, berpangkat kopral satu.
"Tidak seperti melimpahkan ke kejaksaan. Jadi, dalam kasus ini, pelimpahan bukan berarti harus lengkap. Kami masih koordinasi dengan TNI. Terutama dalam hal menangkap pelaku," katanya.
Secara terpisah, Kepala Penerangan Markas Komando Paskhasau, Mayor Rifaid Bima, belum bisa memberikan keterangan saat dihubungi melalui telepon, perihal perkembangan kasus yang menyeret institusi TNI AU ini.
Meski sempat mengangkat dan menjawab telepon Tribun, Rifaid mengaku tak bisa menerima telepon dulu karena tengah mengikuti rapat. "Sampai saat ini upaya pencarian terus dilakukan, tapi belum ada hasil. Belum tertangkap," ujarnya melalui pesan singkat.
Jajaran Kodam III Siliwangi pun merasa prihatin dengan adanya peristiwa ini. Mereka turut membantu kesatuan TNI AU memburu RBW. Kapendam III Siliwangi Kolonel, Benny Effendy, di Makodam III Siliwangi mengatakan kepada wartawan, jajarannya mulai di daerah hingga ke pelosok Jabar dan Banten, diminta untuk memantau, bahkan kalau perlu menangkap RBW.
"Kami dari Kodam Siliwangi intinya siap membantu POM AU. Jadi, kami ikut pencarian (RBW). Kami tidak ikut penyidikan. Nantinya ditangani POM AU dan POM Komando Garnisun (Kogar) yang menyidik," ujar Benny.
Siti Rohaeti (39), yang kerap disapa Iim, pemilik rumah kos yang salah satu kamarnya disewa Veny atau Siti Jubaedah dan RBW di Gang Narpan, Jalan Leuwi Anyar No 32 RT 04/04, Kelurahan Situsaeur, Kecamatan Bojong Loa Kidul, Bandung, mengatakan, pascaperistiwa penembakan tempo hari itu, ketiga anaknya mengalami trauma cukup berat.
Sebagai orang tua tunggal, Iim mengungkapkan, ketiga anaknya sempat melihat langsung aksi koboi RBW melepaskan beberapa kali tembakan ke atap rumahnya. Saat itu, dia dan anaknya kaget dan syok melihat kelakuan RBW. Padahal, sebelumnya mereka mengenal RBW sebagai sosok orang yang sopan.
Iim dan ketiga anaknya saat itu takut menjadi sasaran, lalu saat kejadian mereka bersembunyi di dalam kamar yang lokasinya hanya beberapa meter dari kamar kos Veny atau RBW dan kamar yang disewa Tina berdua dengan Ade Kartika. Iim menambahkan, ia hanya mendengar suara RBW yang berteriak-teriak meminta pengakuan dari korban, perihal siapa yang sudah mengacak- ngacak rak sepatunya.
"Anak-anak saya sekarang trauma. Mereka kalau makan, mandi, inginnya ditemani. Kalau mau tidur, harus saya tunggui. Sebelum mereka tidur, saya enggak boleh pergi," ujar Iim. (dbs)
Index Berita
Features
Opini
Tekno
Lingkungan
Topik Berita
Nasional
Hukum
Daerah
Politik
Ekbis
Capres
Pilpres
Kesehatan
Korupsi
Pendidikan
Tekno
Feature
Etalase
Galeri
Kriminal
Pemilu
Video
Hiburan
Internasional
Opini
Selebrita
Sosok
Teroris
Wisata
Caleg
Internet
KPK
Kolom
Lingkungan
Otomotif
Pilgub
Bali
Banten
Budaya
Jatim
Kesra
Lampung
Media
Samsung
Susno Duadji
TV
Ujian Nasional
Aceh
Ayu Azhari
Bandung
Bandung Raya
Bansos
Batam
Bill Clinton
Bogor
Buruh
Century
Dada Rosada
Densus 88
Djoko Susilo
E-ktp
Edi Siswadi
Facebook
Garuda
Gaya Hidup
Gerhana
Gmail
Golkar
Habibie
Hambalang
Harry Tanoesudibyo
Hepatitis
Honda
Iklan
Imunisasi
Jaksa
Jateng
Jawa Timur
Jeffry Al Buchory
KASAD
KPI
Kabupaten Bandung
Kejaksaan
Kudus
Letjen Moeldoko
Limau Gadang
Mazda
Mentawai
Militer
Mudik
Narkoba
OKU
Pekanbaru
Penganiayaan
Penyiaran
Pilwalkot
Polri
Ponorogo
Prabowo
Puskesmas
SIM
Serang
Sumsel
Sutarman
Suzuki
TNI
Tokoh
Twitter
UN
Udang
Way Kambas
Yahoo
