Flickr

» » » » Para Terduga Teroris yang Ditangkap Masih Jaringan Lama

WIR@, JAKARTA – Selama sepekan tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri  (Densus 88) menyisir tempat-tempat yang diduga menjadi persembunyian para teroris di Bandung, Jawa Barat; Kebumen, Jawa Tengah; dan Lampung. Puluhan terduga teroris berhasil ditangkap, dan beberapa diantaranya tewas ditembak saat penggerebekan.

Perburuan diawali ke daerah Cipacing, Bandung, pada Selasa (7/5/2013) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Operasi ini berhasil menangkap Wiliam Maksum alias Acum alias Dadan, serta menyita barang bukti  pistol browning rakitan, magazen, amunisi, senjata tajam, komputer, dan kamera.

Operasi berlanjut keesokan harinya, Rabu (8/5/2013) siang dengan menggerebek kontrakan milik H. Suhanda di Kampung Baturengat Hilir, Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Marga Asih, Kabupaten Bandung. Di sini tim Densus 88 berhasil membekuk empat terduga teroris, empat diantaranya tewas dalam baku tembak yakni Budi alias Angga, Bang Junet alias Encek, dan Sarame . Sedangkan terduga teroris yang ditangkap hidup adalah Haris Fauzi alias Jablud.

Pada hari yang sama, di Kampung Limbug Barat, Batang, Kendal, Jawa Tengah, tim Densus juga berhasil meringkus tiga terduga teroris. Satu diantaranya merupakan  pimpinan kelompok teroris bernama Abu Roban, yang tewas ditempat karena melawan saat penyergapan. Dua terduga teroris lainnya adalah Puryanto dan Iwan.

Masih pada Rabu (8/5/2013) sekitar pukul 17.00 WIB, Densus membekuk Faisal alias Boim di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Barang bukti yang diamankan satu senjata revolver. Sekaligus juga membekuk Agung, Agus Widharto, Iman diwilayah Serpong, Meruya, dan Pamulang.

Pada hari yang sama juga dibekuk terduga teroris Endang di Serua Indah Ciputat Tangerang, dengan temuan bukti uang tunai Rp 25 480 000, yang diduga hasil kejahatan. Sedangkan di Kutowinangun, Kebumen, ditangkap Wagiono dan Farel, terduga teroris  yang terlibat pencurian dengan kekerasan di Grobogan, Jawa Tengah. 

Dalam perburuan lanjutan pada Kamis (9/5/2013), tim Densus 88 membekuk lima orang terduga teroris, yakni Slamet dan Budi, yang ditangkap dalam keadaan hidup, sementara Bastari, Toni, dan Bayu alias Ucup tewas ditembak.

Menurut penelusuran Polri, terduga teroris yang ditangkap seminggu terakhir berhubungan erat dengan sosok Abu Roban, yang terkait dengan kelompok Jamaah Islamiyah (JI) pimpinan Abu Bakar Ba'asyir.

Dalam diskusi di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (11/5/2013),  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut peran Abu Roban selain pengumpul dana untuk aksi teror  juga merupakan Amir Majelis Mujahidin Indonesia Barat seorang yang memegang jabatan tinggi. Abu Roban dicari sejak 2012. Sedangkan pimpinan untuk wilayah Indonesia Timur adalah Santoso, yang kini masih buron. (R21)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: